Saya Bukan Pendaki

Kalau di suruh memilih senang bermain di pantai atau di pegunungan, sudah pasti saya lebih memilih maen ke daerah pegunungan atau daerah yang berhawa sejuk/dingin. Bukannya tidak suka pantai, sesekali maen ke pantai ya pernah tapi lebih sering maen ke daerah pegunungan. Mumgkin di karenakan dari kecil saya tinggal di kaki gunung merapi merbabu yang berhawa dingin, sehingga ketika maen di daerah yang berhawa panas berasa kulit ini kebakar dan gosong ๐Ÿ˜€ .

Hingga suatu ketika ada temen saya mengajak maen ke gunung atau lebih tepatnya mendaki gunung sampai ke puncak, saya langsung mengiyakan. Selain merasa tertantang, rasa ingin tahu tentang seluk beluk pendakian sudah tidak terbendung lagi. Tetapi sebelum saya mengiyakan untuk ikut dalam pendakian,saya menyortir dulu temen2 yang ikut pendakian tersebut sudah ahli di bidangnya ( pendakian gunung ) atau belum. Kalau sudah ahli dalam pendakian biasanya saya mau ikut, merasa “aman” kalau ada ahlinya, ini di karenakan saya bukan “anak gunung” yang hobby mendaki dan sudah paham seluk beluk dan karakter gunung yang hendak kita jelajahi. Hanya saja saya adalah orang yang senang dengan kegiatan yang bisa memicu adrenalin saya. Dan pernah beberapa kali mendaki gunung untuk memenuhi rasa ingin tahu saya tentang penjelajahan gunung ^_^ .

Pendakian pertama saya adalah ke gunung lawu, kenapa..?? , karena menurut para senior, gunung lawu medan nya gak begitu terjal, umtuk pemula. Saya waktu itu berangkat bersama temen kost, temen kampus saya serta gabungan anak2 dari universitas lain. Dan memang benar adanya, ada beberapa bagian daerah tertentu bahkan ada tanjakannya yang trap2an nya rapi kayak tangga. Saya waktu itu naik dari cemoro kandang dan turun nya lewat cemoro sewu, pernah juga di pendakian berikutnya saya naik lewat cemoro sewu dan turun lewat cemoro kandang ( semuanya menantang bagi saya ๐Ÿ˜€ ).

peta-gunung-lawu

**ย petaย  pendakian lawu

Gunung Lawu (3.265 m) terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Status gunung ini adalah gunung api “istirahat” dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara). Gunung Lawu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous.
Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.

hargo dumilah

Walaupun kata para senior bahwa gunung lawu medannya tidak begitu terjal, pendakian pertama tersebut cukuplah membuat nafas saya serasa mau putus alias ” ngos-ngos an ” hahhaha …( maklum pengalaman pertama ) dan saya sangat menikmatinya ketika sampai di puncak hargo dumilah di ketinggian 3265 DPL.Bersyukur melihat keindahan alam yang terbentang di hadapan mata saya melihat pemandangan ke bawah, dan bahwasannya saya merasa sangat “begitu kecil” di hadapaNYA.

bkn-pndki3

pendakian Gn.Lawu, sensor dikit ya ๐Ÿ˜‰

Setelah sejenak menikmati pemandangan alam yang begitu indah tak di sangka di puncak lawu cuaca mulai tidak bersahabat, angin kencang mulai berhembus dan hujan pun turun dengan lebatnya. Akhirnya kita pontang panting cari tempat berteduh dan syukurlah kita menemukan gubuk kecil yang terbuat dari seng yang sudah agak reot( entah sekarang gubuk tsb masih ada atau udah sirna ),bisa untuk berteduh satu rombongan. Menunggu hujan tak kunjung reda, akhirnya kita memutuskan menginap semalam di gubuk tsb karena hari memang sudang menjelang malam. Pagi harinya setelah menikmati matahari terbit dari ufuk timur, kita memutuskan untuk segera packing dan turun karena ada salah satu dari temen kita yang sudah kehabisan energi ( alias ambruk ). Yang awalnya kita mau menjelajah taman edelwais batal sudah dikarenakan takut terjadi apa2 dengan temen saya yang sudah kehabisan energi tsb T_T . Akhirnya kita 1 rombongan turun dengan selamat sampai di bawah.

edelweiss

edelweis

Pernah juga saya ke gunung merapi tapi tidak sampai pada puncak GARUDA, di karenakan nafas saya sudah tercekat di ujung kerongkongan saya, rasanya nafas sudah mau putus. Dan saya pun memutuskan untuk istirhat saja di PASAR BUBRAH, yang katanya banyak dedemitnya (hiiii…serem), yang lainnya melanjutkan perjalanan menuju puncak GARUDA. Karena memang medan di gunung merapi lebih terjal di banding di gunung lawu ^_^.

bkn-pndkiA

puncak garuda-merapi

bln-pndki2-me

pasar bubrah/ pasar setan- merapi

Indah nya menyaksikan sunrise dan sunset di puncak gunung.. berasa terbang di awan…wuiihhhhh…kereeeeeennnn…

bkn-pndkiC

sunrise dan sunset di puncak gunung

Kalau yang ini sudahย terbang di atas awan ๐Ÿ˜€ …Woooowwww….

bkn-pndki6a

melihat awan dari puncak

Kegiatan itu saya lakukan ketika saya masih mudaaaa…. ๐Ÿ˜€ , walaupun sekarang belum “merasa” tua ๐Ÿ˜‰ tp kalau ย sekarang di suruh mengulang petualangan saya tsb kayaknya saya lebih memilih traveling dan backpacker an dengan anak dan suami saya ( suami saya tdk suka panjat gunung) .

** bagi yang penasaran… silahkan mencoba **

6 thoughts on “Saya Bukan Pendaki”

  1. sigit berkata:

    hehehe… kenal bgt ma foto merapi ini… mbak ini pnh 1 team giat dialam bebas…

    1. anita berkata:

      heheh.. masak..? mas e pnh ke merapi juga ya..?, kalo pas ke merapi bareng2 sama temen SD saya dulu .. pernah giat di alam bebas sebelum th 2000, tp sekarang udah enggak ๐Ÿ™‚

  2. santridanalam berkata:

    Bukan pendaki gunung tapi senang mendaki gunung, lama-lama jadi pendaki gunung juga

    1. anita berkata:

      heheh gitu ya mas santridanalam…
      skarang kayaknya sudah pensiun sdh uzu mas heheh..itu hobby saya wkt masih muda ;-), kalo skg mendaki harus bawa anak n suami ( gak mgk ).. ranah nya udah beda ๐Ÿ™‚
      – salah satu mentor saya yg seniornya senior ya yg koment paling atas * bpk sigit* aman kalo mentornya beliau –

  3. Komari berkata:

    yuk ikutan lomba blog pegipegi biar bisa jalan2 lagi

    1. anita berkata:

      hadiahnya jalan2 kemana pak Komari ๐Ÿ™‚ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *