Pelajaran Berbusana dari Masa Lalu

Apakah tiap kali belanja, Anda seringkali kesulitan dalam menentukan koleksi mana yang paling bagus? Rasanya persoalan ini bisa dibilang menjadi “problema” yang dihadapi oleh banyak perempuan di dunia.

Melihat kerumitan yang sering dialami oleh perempuan ini, Alexandra Martell dari Babble.com menawarkan solusi untuk Anda.

Menurut Alexandra, seiring usia, nantinya secara alamiah seorang perempuan akan menemukan ciri khasnya dalam berbusana, yang dalam dunia fesyen dikenal dengan istilah gaya personal!

Tahukah Anda, bahwa proses menemukan gaya personal ini dimulai saat usia kita di kisaran angka 20-an. Maka dari itu, mari bernostalgia mengenai rangkaian “ilmu” berbusana yang sempat diajarkan atau pernah kita dengar saat usia masih berkepala dua.

1. Busana klasik itu investasi!
Tren datang dan pergi namun ada beberapa jenis busana yang selalu bertahan di setiap era dan tentunya juga bisa Anda temukan di berbagai gerai pakaian dari tahun ke tahun. Beberapa di antaranya adalah blazer hitam klasik, sepatu flat kasual, sweter hitam yang elegan dan selalu cocok untuk dikenakan di tiap kesempatan.

2. Pilih kualitas daripada kuantitas
Jangan pernah tergiur untuk berbelanja busana dalam jumlah banyak sekaligus. Anda mungkin berpikir kalau membeli busana dengan harga murah tapi dalam jumlah yang banyak itu lebih baik daripada membeli satu tapi mahal! Jujur saja, teori ini tidak benar seutuhnya, karena busana murah, kemungkinan besar terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas rendah dan tentu saja tak bertahan lama.

3. Warna hitam
Meskipun kerap terlihat membosankan, tetapi jangan pernah sepelekan warna hitam. Karena warna ini tidak akan pernah ketinggalan zaman. Sebaliknya, motif polkadot dan motif bunga yang musiman, di mana ketika tak lagi menjadi tren, hanya akan memenuhi isi lemari Anda.

4. Jangan malu belanja di gerai “baju ibu-ibu”
Saat masih berusia 20-an, pasti kita akan melewatkan gerai pakaian khusus ibu-ibu, karena sudah tentu gaya yang ditawarkan membosankan. Eits… jangan buru-buru menyimpulkan, karena faktanya di gerai pakaian khusus ibu, kerap hadir busana dengan desain yang unik dan klasik.

5. Tidak semua busana yang bagus di teman Anda, juga cocok pada Anda
Hanya karena celana jeans yang dikenakan oleh teman Anda tampak sempurna, tak berarti tampilan yang sama berlaku pada tubuh Anda. Karena, setiap perempuan memiliki jenis dan bentuk tubuh yang berbeda.

6. Coba dulu sebelum membeli
Seringkali saat sudah terlanjur naksir pada satu busana atau celana, Anda enggan untuk mencobanya terlebih dulu. Disarankan untuk jangan malas untuk melangkah ke kamar pas untuk melihat bagaimana busana tersebut membalut tubuh Anda.

Jika Anda butuh waktu selama 30 detik untuk memutuskan apakah Anda ingin membeli busana yang telah dicoba atau tidak, maka Anda tergolong orang yang ragu-ragu. Karena sesungguhnya, setiap perempuan itu tahu jenis busana seperti apa yang akan terlihat memikat pada tubuhnya.

via babble

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *