Upacara Pedang Pora dan Reog

Perjalanan kali ini adalah perjalanan menuju kota Malang JaTim, untuk menghadiri pernikahan sepupu saya. Terasa amat lama di banding perjalanan saya sebelumnya ke kota yang sama. Entah mungkin rute yang di ambil kali ini berbeda dari rute perjalanan saya ke kota Malang sebelumnya. Sepertinya tidak lewat rute bus umum/trayek umum, karena memang kita pake mobil pribadi jadi lewat “jalan tikus” entah dimana, yang saya ingat kayak nya lewat daerah Songgoriti juga, tapi sayang gak sempat mampir di obyek wisata Songgoriti karena sebelum maghrib kita harus sudah sampai di lokasi untuk menghadiri acara siraman ( kita dari pihak mempelai PRIA ). Cuma sempet mampir icip2 durian yang dijajakan sepanjang jalan di pinggir sungai ( gak tau daerah mana),agak berkelok2 jalannya.

 pdgporang1

Tapi apalah daya, masuk kota malang kita terjebak macet panjang dan harus muter2 mencari alamat hotel yang sudah di sediakan buat keluarga kita.Hotel nya tidak jauh dari Mall CITOS MALANG, tapi entah jalan apa ( sudah lupa ).Sampailah kita di hotel tempat kita menginap setelah maghrib dan melewatkan acara siraman. Sampai di hotel kita semua segera mandi dan berbenah.

                                      DSC04105  DSC04109

Karena jam 20.00wib tepat akan  ada acara seserahan di rumah mempelai wanita ( jangan sampai terlewatkan lagi, kan malu sama besan 😀 ), harus buru2 mandi dan siap2 . Acara berlangsung lancar dan selesai di atas jam 10 malam, kembali ke hotel dan istirahat karena paginya masih ada acara lain yang menanti, jangan sampai kesiangan datengnya.. 😉

pdgporang2

Pagi nya jam 7.00 kita sudah siap2 untuk berangkat kembali ke tempat mempelai wanita untuk acara ijab (rombongan 1-para sesepuh dan orang tua mempelai pria),berhubung tidak ada make up artis yang dateng untuk mendandani mempelai pria, apa boleh buat kita dandani sendiri saja hahha..

                               DSC04110  DSC04111

Setelah selasai ijab rombongan kembali ke hotel, rehat sejenak, mempelai pria ganti kostum kemudian jam 10.00 semua rombongan berangkat ke kediaman mempelai wanita untuk menghadiri acara resepsi kecil di rumah mempelai wanita.

                             DSC04113  pdgporang4

Wuiiiihhhh sampai di sana kita di sambut reog  dan mempelai wanita harus naik di kepala reog tersebut sambil di ajak nari ( kira2 filosofi nya apa yaa..? , nyari di mbah google belum nemu ).Acara selasai jam 12 an, kita rehat kembali ke hotel karena malam nya jam 19.00wib masih ada acara inti nya, yaitu resepsi di gedung dengan adat Upacara Pedang Pora ( kebetulan sepupu saya anggota TNI ). Huufff… banyak bgt acaranya.. cuapek puoll..

                             pdgporang5  pdgporang6

Masih ada sisa waktu sampe jam 17.00wib untuk jalan2 menikmati kota malang, ada 2 pilihan muter2 kota malang atau maen ke Mall Citos Malang. Laahhh…ngapain jauh2 ke Malang cuma mau maen ke Mall, akhirnya kita mutusin untuk muter2 kota malang sambil pulang nya borong apel.Kembali ke penginapan jam 16.00wib (lumayan ada waktu rehat sejenak). Setelah rehat sejenak kita siap2 dan sekalian packing dan cek out dari hotel, karena planingnya setelah acara resepsi sebagian rombongan akan langsung pulang, termasuk rombongan saya 🙂 .

Jam 18.30wib kamar hotel sudah bersih semua koper dan tas sudah masuk bagasi kita sudah siap berangkat ke acara resepsi. Sampai di gedung sudah ada beberapa tamu yang dateng. Tepat jam 19.00wib prosesi Pedang Pora di mulai, karena penasaran dengan makna pedang pora maka saya googling sana sini utk cari makna dr prosesi pedang pora tsb.

Akhirnya saya nemu dari sini dan situ ttg arti prosesi tsb :

Pedang Pora berasal dari kata Pedang Pura atau Gapura Pedang merupakan acara tradisi pernikahan bagi perwira militer pria yang dilaksanakan untuk menandai melepas masa lajang dengan diiringi oleh rangkaian pedang berbentuk gapura yang dibentuk oleh hunusan pedang dari rekan2 perwira atau adik angkatan dari sang mempelai pria.Jadi bukan cuma lulusan Akmil, AAU, AAL, AKPOL, tetapi oleh seluruh perwira pria (baik Sepamilwa, IDP, Semapa PK, maupun Secapa reguler). dengan catatan hanya dilaksanakan sekali saja seumur hidup (jika menjadi duda & menikah lagi, maka tidak dilaksanakan Pedang Pora). Tidak dilaksanakan juga bagi pernikahan perwira wanita, kecuali si perwira wanita menikah dengan perwira pria.Beberapa instansi non militer juga ikut menggelar acara serupa, dengan meniru tata cara pedang pora dilingkungan militer
Pedang pora adalah salah satu prosesi wajib dalam pernikahan yang dilakukan oleh seorang yang aktif dalam militer baik dari kepolisian, Tentara Republik Indonesia (TNI), Angkatan Bersenjata Republik Indoensia (ABRI), Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), atau Angakatan Udara (AU). Pedang Pora termasuk ritual yang dilakukan oleh angkatan bersenjata untuk mengukuhkan bahwa anggotanya telah menikah.
Selain itu, pedang pora bertujuan untuk memperkenalkan sang mempelai wanita kepada dunia angkatan bersenjata ini. Pedang pora merupakan sebuah tradisi wajib yang telah dilakukan secara turun-menurun di dunia militer. Ada banyak makna dibalik simbol dan ritual pedang pora, antara lain melambangkan solidaritas, persaudaraan,dan permohonan perlindungan pada Tuhan YME.
Selain itu, maksud dari jajaran pedang dalam pedang pora yang membentuk gapura ketika di lewati kedua mempelai menggambarkan saat di masukinya pintu gerbang kehidupan rumah tangga yang baru. Prosesi pernikahan pedang pora ini tidak hanya dilakukan di Indonesia saja, tetapi juga di seluruh dunia. Berlaku untuk semua negara yang memiliki pasukan militer

Mulai dari saat kedua mempelai bersiap berjalan memasuki gerbang yang terdiri dari dua belas orang pasukan pedang pora yang berdiri berhadap-hadapan dan satu orang komandan regu, lengkap dengan seragam hijau militernya, topi baret dan pedang pora atau pedang panjang yang masih berada di sarungnya dan tergantung di pinggang masing-masing.

pdgporang7
Adapun yang bertindak sebagai pasukan adalah adik-adik angkatan dari mempelai pria. Dan ketika komandan regu telah melaporkan bahwa Pasukan Pedang Pora telah siap kepada kedua mempelai, kemudian pasukan pedang pora-pun disiapkan untuk mulai menghunus pedangnya.Pedang Terhunus itu mengandung makna, bahwa “dengan jiwa ksatria kedua mempelai siap menghadapi segala rintangan yang akan mereka hadapi dalam kehidupan”. Maka berjalanlah secara perlahan tapi pasti kedua mempelai di bawah pedang pora yang perlahan mulai terangkat saat mereka melewatinya, sambil diringi oleh suara tambur yang ditabuh tak henti memberi semangat kepada kedua mempelai.

pdgporang8

Pasukan pedang pora-pun dengan langkah tegap berjalan mengikuti dibelakang kedua mempelai kemudian pasukan membentuk formasi lingkaran lalu menghunus pedang keatas berbentuk payung. Formasi Lingkaran Pedang Berbentuk Payung atau Payung Pora bermakna “bahwa Tuhan Yang Maha Esa akanselalu melindungi kedua mempelai dalam menghadapi segala rintangan kehidupan dan selalu ingat untuk memohon lindungan dan petunjuk kepada-NYA”.

pdgporang10

Kedua mempelai menerima Pemasangan Cincin yang melambangkan “bahwa kedua mempelai akan bersama-sama dalam mengarungi bahtera kehidupan baru, dan bagi mempelai wanita diberikan pakaian PERSIT (Persatuan Istri Tentara) , sebagai lambang bahwa mempelai wanita telah siap mendampingi suami sebagai istri seorang prajurit dan juga sebagai pertanda bahwa telah diterima sebagai bahagian dari Persit Kartika Chandra Kirana.

Sayang foto2 yang saya ambil dari jauh jadi tidak bisa mengambil detail2 dari acara tsb 😉 , fotografer yang di tunjuk sudah di pasang di depan, selain itu bagi yang ingin foto2 ya ambil dari jauh, takut mengganggu jalannya prosesi tsb. 🙁

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *