Koleksi Prangko

Ini adalah salah satu hobby saya waktu kecil ( banyak banget hobby saya ) 😛 . Bermula ketika saya mulai aktif berkirim surat dengan 2 sepupu saya yang tinggal di lain kota ( mbak Ira dan dik Ambar ), mbak Ira tinggal di Karanganyar sedangkan dik Ambar tinggal di Sragen. Ketika masih SMP kita bertiga rajin banget saling bertukar kabar, menceritakan segala aktivitas yang kita lalui (apa saja kita ceritakan lewat surat). Hampir tiap minggu saya dapet surat dari salah satu sepupu saya tersebut (entah surat siapa yang duluan sampainya).

Tanpa disadari surat2 tsb sudah menggunung, dan dari situ lah timbul ide saya untuk mengumpulkan prangko2 yang menempel di dalam surat2 tsb. Karena melihat gambar2 prangko nya yang lucu2 jadi sayang kalau mau membuangnya.Prangko juga punya nilai history nya lhoo.. karena setiap gambar prangko itu “menceritakan” sesuatu. Sejak saat itu saya mulai ketagihan untuk mengumpulkan dan mencari prangko2 yang lucu dan unik.Om saya, bulik, temen atau sodara2 saya yang lain setiap dapat surat pasti prangko nya saya minta ( dulu belum ada telpon rumah atau HP ),jadi surat lah alat komunikasi yang “canggih” waktu itu hahahhah….

                                   prangko10b  prangko11a

Bahkan om saya yang tinggal di jakarta sampai pernah ngirimin saya berpuluh-puluh prangko bekas hasil ngumpulin surat2 bekas di kantornya.. makasih ya om Edi.. 🙂
Sampai SMA pun hobby saya ngumpulin benda yang satu ini masih berlanjut, surat menyurat dengan sepupu saya pun juga masih berlanjut tapi intensitasnya agak berkurang karena di gantikan masuk nya telepon rumah (jadi kadang2 suka telpon).

prangkoE

prangko seri pak Harto

prangkoF

prangko seri tarian dan pakaian adat

Menginjak kelas 3 SMA,intensitas kita bertiga berkirim surat sudah mulai jarang dan akhirnya terhenti karena kita sibuk mempersiapkan EBTA/EBTANAS kalau sekarang nama nya UAS ^_^ (kebetulan umur kita sepantaran ).

Tapi hobby saya mengumpulkan prangko tetap berlanjut sampai saya masuk perguruan tinggi, setelah sibuk dengan pelajaran kuliah hobby saya ini lambat laun saya tinggalkan tapi koleksi prangko saya yang seabrek tetap saya rawat dengan baik, mau saya wariskan buat anak saya :-P.
Sekarang dua sepupu saya tersebut sudah berkeluarga dan mempunyai anak, begitupun dengan saya :-). Mereka sekarang tinggal di lain kota, mbak Ira masih tinggal Karanganyar punya anak 2 sedang dik Ambar tinggal di Semarang punya anak 3, saya sendiri skg tinggal di Jogja baru punya anak 1 ^_^ .

O iya ada beberapa prangko favorit saya, salah satu nya prangko dari Timor-timur ( yang sekarang Timur Leste), prangko itu adalah pemberian teman SMA saya yang pindah ke Tim-Tim sebelum Tim-Tim melepaskan diri dari NKRI, juga ada prangko dari Uni Emirat Arab yang saya dapat dr teman yang merantau di sana dan pernah mengirim post cart ke saya, sekarang entah gimana dan dmn kabarnya dua temen saya tsb 🙁 . ada juga prangko segi tiga dan prangko ukuran jumbo yang menjadi favorit saya.

prangkoA

prangko favorit

prangkoA1

prangko favorit

Prangko2 sebelum saya dan suami saya lahirpun ada… ^_^

prangkoB1

                       prangkoB  prangkoD1

Prangko luar negeri juga ada, mulai dari malaysia, singapura, kamboja,USA, filipine, UK, Pakistan, hongkong, korea dan yang paling banyak dari Australia, dll

      prangko11  prangko10d  prangko10e

Sedikit mengupas tentang sejarah prangko nih ….
Kata prangko sendiri berasal dari kata franco yang diambil dari nama seorang Italia bernama Franceso de Tassis. Dia merupakan orang yang pertama kali melakukan pengantaran pos di Eropa pada tanggal 18 Januari 1505.

Menurut sejarah, pengumpul prangko pertama adalah Dr. Gray, seorang pejabat museum di Inggris yang mencari prangko melalui media The London Times pada tahun 1841. Namun istilah filateli sendiri baru muncul pertama kali pada tahun 1864, setelah M. Herpin seorang pengumpul prangko asal Perancis memperkenalkan istilah philateli melalui karangannya yang berjudul Bapteme (Baptism) dan dimuat di majalah Perancis “Collectionneur de Timbres-Poste” yang terbit pada tanggal 15 Nopember 1864.

Hmmm… kira2 anak jaman sekarang ada yang hobby kumpul2 prangko gak ya..? ato malah gak kenal apa itu prangko hahahha….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *