Buku Jendela Dunia

Buku adalah jendela dunia… slogan yang sangat mendunia 🙂 , tp bagi saya sekarang slogan itu agak bergeser (walaupun tidak sepenuhnya). Internet adalah jendela dunia 😀 , yuuupps begitulah adanya slogan saya sekarang.

Buku buat saya adalah sumber ilmu, bahkan saya bisa bikin baju seperti sekarang ini gara2 belajar dari buku…saya bisa mendesain baju dan menjahit baju bukan karena saya lulusan sekolah mode atau kursus ketrampilan menjahit. Saya belajar otodidak dari membaca buku (terutama buku fashion dan ketrampilan menjahit), 30% belajar dari buku, selebihnya praktek sendiri dan tanya sana sini.

Saya bukan orang yang maniak baca buku tapi saya menargetkan pada diri saya sendiri, tiap bulan harus ada buku yang saya beli dan saya baca ( buku apa saja yang penting ada manfaatnya).Biasanya tiap bulan sehabis gajian saya menyisihkan sepersekian % nya untuk beli buku dan itu wajib buat saya untuk membeli buku.Apalagi kalau ada book fair, saya langsung hunting buku2 yang biasanya diskon gede2an.

Mulai dari buku tentang agama, psikologi, sejarah, biografi dan fashion bahkan novel pun saya pernah beli ^_^ .Tiap bulan saya harus punya buku baru minimal 2 tapi biasanya kalau lagi kalap atau ada uang sisa lebih bisa beli lebih dari 2 bahkan bisa 5 buku lebih hahahha.. sampai kadang2 bingung mau bacanya kapan :-(.

bukujendela2

rak buku yang terselamatkan 🙂

Di rumah, saya yang paling getol mengisi rak dengan buku2 saya, saya susun rapi sesuai dengan kategori. Karena rak buku saya bersekat2 maka tiap sekatnya saya beri nama sesuai kategori yang ada ( misal: rak A = Agama, rak B = Psikologi, rak C = buku sejarah, rak D = fashion rak E = cerita/novel/biografi dls ) juga saya bikin katalog nya jadi memudahkan saya dan orang lain untuk mencari di rak mana buku yang akan di baca. Dan jangan lupa setelah di baca harus di kembalikan pada tempat di mana buku tadi diambil hahahh….

Tapiiiii sekarang kebiasaan saya “memborong” buku2 tersebut sudah berhenti total 🙁 ,entah kenapa lambat laun kebiasaan saya tersebut semakin memudar dan akhirnya bisa di bilang sangat jarang sekali untuk beli buku. Mungkin juga karena tergantikan oleh semakin canggihnya tehnologi sekarang ini, jadi semua bisa di baca di internet dan itu yang membuat saya lebih memilih pergi ke warnet dan baca ini itu dari pada beli buku.

Sekarang nasib buku saya yang dulunya tertata sangat rapi, hanya tinggal kenangan walaupun buku2 saya masih bertengger di sana tapi sebagian besar buku2 saya di masukkan kardus oleh ibu saya. Ini mungkin dikarenakan saya merantau dan jarang pulang, jadi oleh ibu saya rak tersebut sekarang sebagian di alih fungsikan untuk tempat sepatu dan entah barang apalagi yang di tumpuk di sana huaaaa….. ( nangis deh saya ).

bukujendela1

nasib rak buku saya huuuuaaa… T_T

Setelah saya pindah tinggal di Jogja, saya membawa sebagian koleksi buku saya terutama buku2 agama dan fashion sebagai bahan referensi saya di sini (jogja-red).Kalaupun sekarang beli buku, ya beli buku buat anak saya dan setiap buku2 yang saya beli buat anak saya akan berakhir dengan di robek2 setelah dia bosen melihat2 isi buku tersebut tapi selama anak saya belum bosen melihat isi buku nya … bisa di pastikan aman. :-D.

IMG_6276-e

setelah di “baca” anak , langsung di robek2…

Kalau untuk sekarang..hmmmmm rasanya waktu saya untuk membaca buku semakin sempit xiixiix (sibuk ngurus anak, suami sama sibuk nyobek2 kain dan buka lapak OnLine) hahhah…membaca 1 buku saja sampai sekarang gak khatam2 kwkwkkk…padahal kalau dulu 1 buku agak tebal khatam dalam 2-3 hari.
Ya sudahlah mungkin memang waktu nya belum pas untuk memulai menekuni membaca buku kembali seperti dulu lagi. Sekarang baca nya baca OnLine. ^_^

Saya mengidamkan punya ruang perpustakaan mini di rumah seperti ini… mungkin suatu hari nanti. I hope….

minimalis desain perpustakaan pribadi rumah

perpustakaan impian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *