Merawat Kain Tenun

Ivan Gunawan salah satu perancang makin mempopulerkan kain tenun. Di panggung Indonesia Fashion Week 2013, pertengahan Februari lalu ia mengolah tenun (Mandar) menjadi sebuah busana glamor dan penuh warna sesuai karakter desainernya. Bukan hanya Ivan, sudah puluhan desainer Indonesia yang mengangkat kain khas Indonesia ini ke kancah pangung catwalk .

Tak heran, kain tenun sudah menjadi bahan koleksi banyak wanita, mungkin termasuk Anda. Tapi tahukan Anda bahwa merawat kain tentun perlu perlakuan khusus seperti merawat kain batik. Nah, berikut ini beberapa tips merawat kain tenun agar koleksi Anda awet dan warna tidak pudar.

  • Untuk menyimpan kain tenun, sebaiknya digulung dan dibungkus kertas. Kenapa? Jika dilipat, maka ketika Anda ingin mengenakan, ada bekas lipatan. Sementara kertas berfungsi sebagai pelindung dari debu.
  • Untuk mencuci kain tenun harus menghindari deterjen yang banyak mengandung zat kimia. Cuci dengan bahan khusus, lerak misalnya. Jika tidak mendapatkan lerak, bisa memakai shampo bayi. Cukup kucek saja saat mencuci. Hindari menggunakan mesin cuci.
  • Saat menjemur, hindari langsung terkena sinar matahari dan biarkan kering dengan sendirinya tanpa harus dimasukkan ke mesin pengering atau diperas.
  • Ketika menyetrika, lapisi tenun dengan kain lainnya. Hindari langsung terkena setrika.

(berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *