BELAJAR MEMBATIK DI MUSEUM BATIK YOGYAKARTA

Kali ini bersama komunitas Yogyakarta Night The Museum saya mengikuti tour ke museum batik jogjakarta yang terletak di Jl. Dr. Sutomo No. 13 A Yogyakarta INDONESIA. Tgl 22 pebruari 2015 jam 09.00 wib kurang sedikit saya sampai di tempat, registrasi, breafing sambil menunggu peserta yang lain yang jumlahnya sekitar 65 orang. Tapi karena sebagian peserta molor datangnya akhirnya pihak panitia membagi peserta tour menjadi 2 kelompok (saya masuk kloter pertama).

membatik1a

Ketika pertama memasuki ruang museum kita di suguhi berbagai alat2 dan kelengkapan membatik, mulai dari canting, lilin, alat untuk merebus kain stlh di lilin, berbagai macam bahan pewarna mulai dari pewarna alam (kayu2an) sampe pewarna sintetik dan juga alat untuk membuat batik tulis serta hasil dari proses membatik di papar satu demi satu.

membatik1c

Masuk ke ruang selanjutnya ( yg membuat saya berdecak kagum – amazing) adalah ruang koleksi kain batik (semuanya hampir rata2 batik tulis). Ratusan bahkan mencapai ribuan kayak nya, tertata rapi koleksi batik tulis dengan motif yang berbeda ( TIDAK ADA YANG SAMA ) woowwww…..!!! – sayang nya kita tidak boleh mengambil foto/ mendokumentasikan koleksi batik yang ada di dalam ruang museum ,hmmmmhhhhh- . Jadi beberapa foto saya copas dari komunitas ( tentunya dengan ijin panitia ), karena keterbatasan peserta yang tidak boleh mengambil foto di bagian koleksi museum. Bagi yang penasaran seperti apa koleksi ribuan motif batik warisan leluhur, silahkan datang dan lihat langsung ke sana.

Saya gak habis pikir, orang jaman dulu ternyata sangat2 kreatif dalam membuat pola/ gambar batik, dari warna dan corak semuanya BEDA!! dan gak kalah pentingnya ketelatenan dalam melukis kain batik itu sendiri. Dari segi kerumitan, semakin rumit corak dan motif nya maka waktu yang di butuhkan untuk membuat 1 lembar kain batik tulis yang lebar nya hanya 1 meter dan panjang 2 meter-2,5 meter bisa menghabiskan waktu 3-6 bulan ( bayangkan, hanya untuk 1 lembar kain batik ). Itulah sebabnya kenapa batik tulis itu mahal.

Saya pernah jadi tenaga desain lepas, di salah satu pemilik batik di laweyan solo untuk mendesain baju yg bahan dasarnya batik tulis semuanya. Dan pernah di kasih liat batik tulis warisan leluhur beliau (tentunya umur kain batiknya sudah sangat tua dan unik), iseng saya menanyakan nilai jualnya berapa..?? jawab beliau bisa mencapai 50 juta/ lembarnya ( tapi tidak akan di jual ) … HAaaaahhhhhh…O_O saya cuma melongo !!! , buat beli motor dapat 2 hahhah.. tapi itulah mahalnya seni ^_^.

Kembali lagi ke museum batik, dari setiap batik yang di buat ( pada jaman dulu ) sebenanya ada nilai filosofinya kayak misalnya, pada jaman dulu motif parang itu hanya boleh di pakai oleh keluarga kerajaan, semakin besar motif parangnya maka semakin tinggi kedudukan di dalam tata pemerintahan kerajaan.**itu kata mas guide nya lhooo… 🙂 ** . Ada lagi motif yang melambangkan kemulyaan, motif yang melambangkan agar yang memakai terhindar dari tolak balak, motif kawung yang melambangkan keseimbangan,motif truntum, kalo untuk rakyak kebanyakan jaman dulu pakaiannya lurik dan masih banyak lagi motif2 simbolis lainnya. Saya tidak sempat mencatat satu persatu yg di terangkan mas guide nya karena asyik melihat2 koleksi batik yang terpampang di depan saya. Tapi dengan bergeser nya waktu filosofi2 yang terdapat dalam setiap kain pun agak memudar, seperti motif parang sekarang sudah bisa di pakai oleh rakyat biasa.

Dari segi warna pun juga berbeda, kalo di daerah pedalaman seperti jogja dan Solo warna batik nya cenderung gelap coklat/hitam dan sejenisnya. Sedangkan di daerah pesisir seperti batik pekalongan warna batiknya cenderung lebih colorfull, katanya sihh… ini dipengaruhi karena daerah pesisir lebih banyak berinteaksi dengan pihak luar yang sering berlabuh di pesisir pantai.

Setelah selesai menikmati koleksi batik nya , kita juga di suguhi koleksi sulam -kebanyakan sulam tangan-, hasil sulaman tangan pun sangat2 rapi gak kalah sama sulam mesin. Bahkan ada hasil sulaman yang masuk rekor MURI, saking besarnya ( di kerjakan ketika beliau sambil menunggu suami yang sedang sakit dalam waktu 3 tahun oleh yang empunya museum ) hasilnya… kereeeeennnn (Y).

IMG_7930-e

IMG_7930-e

Ada juga koleksi peralatan untuk membuat batik cap yang mencapai ratusan motif batik cap, alat press kain serta manuskrip motif batik yang bertumpuk di sudut ruangan. Saya sempat mengambil foto salah satu manuskrip motif batik yang di pajang di sini yang boleh di dokumentasikan.

mebatik2

membatik1

Setelah selesai puas berkeliling menikmati motif2 batik, kita sarasehan sebentar dengan panitia sambil menunggu rombongan ke-2 selesai.Ehhh jangan salah lhooo… yang antusias ikut tour ini gak cm anak2 muda indonesia,anak2 kecil, ibu2 seperti saya 😉 tapi bule pun ada –  dari jepang dan Australia.

membatik3

membatik1b

Setelah rombongan ke-2 selesai kita langsung menuju ruang membatik , peralatan sudah di siapkan oleh panitia…( gak usah repot2 bawa sendiri ) 😛

membatik2a

Proses mambatik paling dasar yang bisa saya simpulkan dari apa yang sudah saya praktekkan adalah sebagai berikut :
1. Sediakan kain katun polos, kain katun gampang mengikat warna.
2. Gambar pola batik di atas kain dengan menggunakan pencil

membatik2f

3. Siapkan lilin/malam di atas kompor tunggu sampe meleleh jangan terlalu panas

membatik3a

4. Lukis motif batik dengan “malam” menggunakan canting -utk menge-lock motif batik nya. Di sini di butuhkan kesabaran dalam mencanting malam ke dalam kain, karena lilin harus benar2 menembus kain, begitu pengarahan sang guide nya 🙂

membatik2d

Sebisa mungkin dalam menorehkan malam/lilin ke kain harus stabil/ sekali toreh tidak di ulang-ulang ( dapat pengarahan dari mas guide nya). Dan inilah hasil cantingan saya ^_^ , masih banyak “ngemblok2 nya.

membatik3c

membatik5

5. Proses pewarnaan kain nya ( bebas dengan warna apa saja), kalo saya warna suka2 hahhah.. fullcolor

membatik4

6. Setelah di warna, jemur  kain hingga kering / bisa di angin-anginkan sampai kain benar2 kering.

membatik8

7. Kemudian celup kain di larutan water glass, gunanya untuk mengunci warna yang ada di kain tersebut.

IMG_7965-e

8. Kemudian kain dijemur lagi hingga betul2 kering  kayak kripik 😀 ( kaku-red )

membatik9

9. Masukkan dalam air mendidih untuk melorot/melepas lilin yang masih menempel di kain, sambil sesekali di buang lilin yang mengambang di permukaan air

membati10

10.Masukan dalam air dingin ( di ember ) untuk membilas lilin/malem lepas dari kain.

IMG_7991-e

11. Setelah bersih, jemur kembali hingga kering..

IMG_7992-e

12. Daaannn… jadi deh hasil membatik saya kali ini ^_^, inilah karya saya ..(ada nama saya lhoo )

IMG_8045-e

Walaupun hasil coretan motif batiknya masih belepotan sana sini tapi lumayanlah untuk pemula dan pengalamna baru. Dan ini dia yang menjadi juara membatiknya, ada 5 orang yang hasil batikan nya bagus – di nilai langsung oleh sang ahlinya. Terlepas dari pewarnaan nya yang bagus/ tidak tapi di sini di lihat dari cara mneorehkan malam/lilin pada motif batik yang stabil ( tidak besar kecil ), kalo besar ya besar semua, kalo kecil yang kecil semua -rata, tidak banyak yang blepotan sana sini ( begitu kata ahlinya ). Lumayan bagi para pemenang dapat voucher dan bingkisan dari panitia dan pihak museum.

IMG_8057-e

Ada beberapa koleksi dan peralatan membatik yang boleh di dokumentasikan di ruang gallery workshopnya.

IMG_8035-e

Seperti alat canting dan kompornya ( konvensional dan yang elektrik ), lilin/ malam, buku2 motif batik.

membatik12

membatik13

Beberapa koleksi motif batik tulis yang di pajang di almari  workshopnya

membatik14

Baju2 batik, lurik, kain mega mendung dan  pernak pernik lainnya yang bisa di beli di sini.

membatik11

membatik15

membatik16

Endingnya sebelum pulang, kita foto2 bareng sama panitia dan pemilik serta karyawan museum.

11015937_1040602782633415_1173010293549228086_n

Cheerrrrsss… sampai ketemu di tour berikutnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *